emang rada aneh, kalo sekarang posting page yang rada berat…, ya tapi tak apalah yang penting dapat menyalurkan kegiatan iseng dengan menulis..
latar belakang tulisan ini adalah sebagai laporan penelitian bulanan, tetapi karena satu dan lain hal alasan laporan ini tidak pernah di kirimkan,,,,he3 (mungkin karena subjek penelitian assignment saya tahun ini tidak berkaitan dengan tulisan ini)
Pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Geografis pada Kegiatan Pemasaran Bisnis
Rigan Mufti Purnama S.Sos
Latar Belakang Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sistem Informasi Gegografis (SIG) telah digunakan pada beberapa jenis industri dengan berbagai pemanfaatannya. Ilmu SIG adalah suatu studi keilmuan mengenai konsep geografis, seperti tempat, benda, dan fenomena pada permukaan bumi (Earth Surface). Ilmu SIG tidak hanya berkaitan dengan semua objek yang terdapat pada permukaan bumi tetapi juga berkaitan dengan apa objek tersebut dan hubungannya dengan entitas lainnya. Hal tersebut menjadikan SIG sebagai ilmu bumi dan teknologi informasi.
Informasi dalam SIG menampilkan permukaan bumi dengan data geografis, yang memberikan gambaran mengenai segala bentuk fitur geografis. Fitur ini menyediakan pengetahuan spesifik mengenai bagaimana sesuatu berinteraksi di bumi (terutama berkaitan dengan lokasi) dan sifat dari sesuatu tersebut.(yaitu semua attribut yang dimiliki olehnya)
Meskipun pada saat ini SIG lebih dikenal sebagai ilmu berhitung atau ilmu eksakta, tetapi perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadikan SIG dapat diaplikasikan dalam sosiologi , ilmu empiris sosial, dan sejarah.
Latar Belakang Bisnis
Dalam sudut pandang pemasaran dan strategi bersaing suatu organisasi modern, salah satu kemampuan terpenting organisasi untuk memenangkan persaingan adalah menjadi yang pertama dan yang paling tepat dalam analisis pangsa pasar sasaran.
Untuk berhasil, suatu organisasi di tuntut untuk mengerti kebutuhan pasar dan tetap jeli memanfaatkan kesempatan dari pasar potensial. Agar hal tersebut dilakukan diperlukan pemanfaatan efektif dari semua sumber daya yang dimiliki organisasi tersebut. Kunci kesuksesan dari bisnis adalah pasar dan stabilitas financial. Untuk membantu para pengambil kebijakan organisasi dalam melakukan analisa pasar dan financial, mereka memerlukan suatu teknologi dan informasi mengenai hal tersebut (pasar dan kondisi finansial). Pada beberapa tahun terakhir, SIG telah memainkan peranan yang penting dalam analisis keberlangsungan bisnis
SIG membantu pada pengambil keputusan kemampuan untuk analisis pasar dan segmentasi pasar (customer profiling) secara real-time. Konsumen dapat di analisis melalui demografi dan sejarah pembelian yang akan menuntun secara langsung aktivitas pemasaran pada pasar. Kecenderungan yang terjadi pada saat ini banyak organisasi bekerja sama dengan konsultan SIG untuk membidik target pasar dalam aktivitas pemasarannya. Peranan SIG dalam financial bisnis adalah untuk memodelkan pola penjualan dan sejarah penjualan dengan menyediakan model inefisiensi operasional. SIG digunakan untuk mengkombinasikan analisa pemasaran dan finansial ketika suatu daur hidup suatu produk (Life cycle product) atau kondisi pasar di suatu wilayah mengalami penurunan
Aplikasi SIG Dalam Bisnis dengan SDSS
Spatial decision support system (SDSS) menurut MARTIN D. CROSSLAND (2008) adalah “sistem komputerisasi yang mengkombinasikan data konvensional, data spasial dan decision logic sebagai alat untuk membantu para pengambil keputusan”. SDSS biasanya memiliki User Interface untuk berkomunikasi dengan pengambil keputusan. Pada system ini database dan mesin pengambil keputusan dari decision support system di tingkatkan dengan kemampuan untuk menentukan, menganalisa, dan menampilkan fitur ‘where’ dari informasi dengan GIS.
Pada Kenyataannya SDSS tidak benar-benar mengambil keputusan, SDSS berperan untuk membantu manusia untuk mereview dan menganalisa data dan menampilkan proses informasi tersebut dalam suatu bentuk yang bersifat ‘human friendly’. Efektifitas SDSS diukur dari seberapa tepat keputusan diambil menggunakan SDSS di bandingkan dengan keputusan yang diambil tanpa menggunakan SDSS.
Marketing Mix menggunakan SDSS
Pengertian pemasaran menurut Kotler “Pemasaran adalah sebuah proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu maupun kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran nilai- nilai produk dengan pihak lain”. Kotler ( 9, 2000):
Pada dasarnya pengertian pemasaran berpijak pada konsep-konsep inti yang terdiri atas konsep kebutuhan, keinginan dan permintaan, produk, nilai (value), biaya dan kepuasan, pertukaran dan transaksi, hubungan dan jaringan: pasar, serta pemasar dan prospek
Istilah marketing mix di kemukakan oleh Kotler sebagai bauran pemasaran yang saling bersinergi untuk menghasilkan suatu produk dan jasa yang dapat memberikan atau memenuhi harapan dan kebutuhan dari konsumen. Marketing Mix terdiri dari empat komponen yaitu : Product, price, place, dan promotion. Dan dalam perkembangan nya marketing mix mengalami evolusi berkaitan dengan peebedaan karakteristik pasar produk fisik dan service.
SDSS diterapkan dalam pemasaran sebagai alat Bantu untuk mempelajari empat domain utama pemasaran yaitu : harga, tempat, positioning, dan promotion :
1. Price (Harga)
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk dapat mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang serta pelayanannya. Variabel harga ini meliputi daftar harga, diskon harga, allowances, periode pembayaran, credit terms.
Peranan SDSS dalam penentuan Harga adalah sebagai alat untuk melihat kondisi pasar tempat pemasaran produk dilakukan. SDSS digunakan untuk melihat kondisi kebijakan penetapan harga perusahaan saingan yang ada di wilayah tersebut.
2. Place (Tempat) / geomarketing
Distribusi adalah suatu kegiatan yang memiliki perantara yang digunakan dalam saluran kegiataannya yang menyangkut produk dan jasa agar sampai pada pasar yang dituju. Variabel distribusi meliputi channel distribusi, jangkauan distribusi, lokasi, inventori, dan transportasi. SDSS digunakan untuk menganalisa biaya operasional pengiriman bahan baku ke tempat produksi, untuk kemudian di kirim ke tempat pemasaran produk.. SDSS juga dapat digunakan sebagai ‘location –based Business Intelligence’
3. Positioning
Positioning adalah strategi pemasaran dari suatu produk (Strategi pemasaran secara umum terdiri dari Segementing,Targeting.Positioning) Positioning dilakukan dengan memperhatikan seberapa baik produk itu dapat memenuhi kebutuhan konsumen potensial dibandingkan dengan produk pesaing, dan hasil analisa tersebut untuk kemudian dapat dipakai sebagai acuan positioning produk tersebut pada pangsa pasar sasaran. SDSS digunakan sebagai alat Bantu untuk melakukan analisa demografis pasar dari produk.
4. Promotion
Promosi adalah komponen yang dipakai untuk mempengaruhi pasar bagi produk perusahaan. Adapun kegiataan promosi adalah periklanan, promosi penjualan, publisitas, dan hubungan masyarakat. Variabel ini terdiri atas promosi penjualan, iklan, sales force, public relation, dan direct marketing. Jenis promosi bisa dilakukan lebih efektif dengan menggunakan SDSS sebagai acuan aktivitas kegiatan calon konsumen potensial atau yang lebih dikenal dengan istilah “Population Distribution During the Day”
Secara umum Population Distribution During the Day seperti yang dikemukakan oleh BUDHENDRA BHADURI dihitung sebagai berikut :
Daytime Population =
Nighttime Residential Population
−Workers leaving during the day
+Workers moving in during the day
− School children leaving during the day
+ School children moving induring the day
+ Tourists visiting during the day
+ Businesstravelers coming into the area
ArcGIS Sebagai SDSS
Organisasi bisnis dalam kegiatan manajemen dan operasional menggunakan beragam informasi, yaitu antara lain : infomasi lokasi geografis, alamat, batasan jasa, wilayah penjualan, rute pengiriman, dll. Beragam informasi tersebut dapat disediakan dan dapat lebih mudah untuk di analisa menggunakan format peta. ArcGIS mengintegrasikan informasi tersebut dalam aplikasinya. Aplikasi tersebut termasuk di dalamya, dapat membantu untuk menentukan penentuan tempat yang paling baik, memprofilkan konsumen (konteks demografis), analisa wilayah pemasaran, updating dan managing asset, dan menyediakan location-base-service bagi pengguna.

